Topik

PKK Aceh Komit Perjuangkan Perlindungan Perempuan dan Anak

·
PKK Aceh Komit Perjuangkan Perlindungan Perempuan dan Anak
Foto : Istimewa

BANDA ACEH - Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Dyah Erti Idawati, mengatakan, pihaknya komit untuk senantiasa menyuarakan hak dan perlindungan terhadap perempuan dan anak. Dalam melakukan perjuangan tersebut pihaknya tak mampu bekerja sendiri.

Oleh sebab itu kolaborasi dan dukungan semua pihak di Aceh juga sangat dibutuhkan. “Selama ini sudah banyak yang kita perjuangkan hak perempuan dan anak. Alhamdulillah juga sudah ada titik terang atas usaha kita,” ujar Dyah Erti saat menjadi narasumber dalam webinar yang digelar Flower Aceh.

Dyah mengatakan, beberapa waktu terakhir pihaknya bekerjasama dengan Flower Aceh dan juga berbagai organisasi lainnya untuk mengadvokasi salah satu masalah anak korban pelecehan seksual yang dilakukan anggota keluarganya sendiri.

Advokasi tersebut membuahkan hasil hingga memberikan hukuman yang maksimal bagi pelaku keji tersebut. “Lega sekali perjuangan yang kita lakukan membawa hasil, dan hasil tersebut perlu terus kita kawal agar nantinya menjadi hukuman permanen bagi kasus kekerasan terhadap anak di Aceh,” kata Dyah.

Menurut Dyah, hukuman yang berat bagi pelaku kejahatan seksual bertujuan penting untuk memberi efek jera sehingga kasus yang serupa dapat berkurang hingga tak terjadi lagi di Bumi Serambi Mekkah.

“Kami berharap dengan dukungan semua pihak di Aceh untuk memberi kontribusi positif terhadap perlindungan dan pemenuhan hak perempuan dan anak. Ini juga merupakan bagian dari berperan aktif dalam pembangunan,” ujar Dyah.

Dyah menambahkan, PKK Aceh sendiri selama ini terus mengedukasi kaum perempuan agar berani dan mampu menyuarakan hak nya. Menurutnya perempuan harus berani dan mandiri demi mewujudkan keluarga sejahtera.

Webinar perayaan 32 tahun Flower Aceh tersebut juga mengundang sejumlah narasumber penting lainnya, diantaranya adalah Wakil Ketua DPR Aceh, Hendra Budian, Direktur Eksekutif Walhi Aceh M. Nur, Ketua Presidium Balai Syura, Khairani Arifin dan Pendiri Flower Aceh Suraya Kamaruzzaman. []

Sponsored:
Loading...

Komentar

Loading...