Topik

Polda Aceh Gagalkan Penyelundupan 81 Kg Sabu dan 20 Kg Ekstansi

·
Polda Aceh Gagalkan Penyelundupan 81 Kg Sabu dan 20 Kg Ekstansi
Kapolda Aceh Irjen Wahyu Widada didampinggi Bea Cukai dan BNN ketika memberi keterangan kepada Wartawan. Foto : Ist

BANDA ACEH - Polda Aceh bekerja sama dengan Bea Cukai Aceh menggagalkan penyelundupan 81 bungkus atau 81 kilogram narkotika jenis sabu dari jaringan pengedar internasional.

Dalam operasi itu, aparat gabungan juga mengamankan 20 Kilo atau 100.000 butir pil ekstasi yang diselundupkan di perairan Kabupaten Aceh Timur. Sembilan tersangka ditangkap serta empat unit kendaraan disita.

"Total sepuluh orang kita tangkap, tapi satu orang berinisial JI meninggal dan sudah dikebumikan di Kisaran, Sumatera Utara," kata Dirnarkoba Polda Aceh Kombes Ade Sapari kepada wartawan, Selasa (3/11/2020).

Penangkapan para tersangka bermula dari informasi terkait adanya penyelundupan narkoba dalam jumlah besar. Barang haram tersebut dibawa ke daratan lewat jalur laut.

Setelah melakukan penyelidikan, polisi mengetahui narkoba asal Malaysia itu bakal dijemput di Simpang Ulim, Aceh Timur, Jumat (30/10) dini hari. Polisi lalu menyergap mobil yang ditumpangi para tersangka di wilayah Idi Cut, Aceh Timur.

Ketika dibekuk, dua tersangka, AB dan AS, berusaha melawan sehingga polisi menembak kaki keduanya. Di dalam mobil, polisi menemukan barang bukti sabu dan ekstasi. Polisi kemudian mengejar satu mobil yang dipakai tersangka yang berperan sebagai pemantau polisi di jalan. Setelah sempat kejar-kejaran, tersangka L akhirnya ditangkap.

Tak seberapa lama kemudian, polisi menciduk dua tersangka K dan N di Simpang Ulim. Polisi di bawah Opsnal Satnarkoba Polres Aceh Timur melakukan pengembangan dan menggerebek rumah penyedia boat berinisial H.

Polisi juga menggerebek sebuah rumah di Bantayan, Aceh Timur, dan menemukan pawang berinisial JI. Ketika ditangkap, JI disebut mencoba melarikan diri sehingga polisi menembak paha kanannya. Di rumah tersebut juga ada tersangka IB. "Tersangka JI meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit," jelas Ade.

Menurut Ade, para tersangka yang ditangkap berperan sebagai pawang, pengendali lapangan, pemilik boat serta kurir. Barang tersebut hendak diedarkan ke luar Aceh. "Mereka ini jaringan besar," ujar Ade.

Kapolda Aceh Irjen Wahyu Widada mengatakan, polisi bakal tegas melakukan pemberantasan terhadap penyelundup narkoba untuk memutuskan suplai narkoba masuk ke Aceh. Tindakan tegas itu juga menjadi warning untuk para pelaku supaya tidak bermain narkoba di Tanah Rencong.

"Aceh menjadi daerah yang sangat strategis bagi para penjahat khususnya narkoba untuk menjadi tempat mendaratnya barang haram tersebut. Para pelaku ini bukan saja menjadi pengkhianat bangsa, tapi juga pengkhianat agama," jelas Wahyu.

"Saya pastikan akan memberantas habis penyelundup, pengedar maupun pemakai narkoba di tanah Aulia ini," sambung Wahyu.

Sponsored:
Loading...

Komentar

Loading...