Topik

Polres Aceh Timur Tetapkan Lima Tersangka Terkait Kasus Ledakan Sumur Minyak

·
Polres Aceh Timur Tetapkan Lima Tersangka Terkait Kasus Ledakan Sumur Minyak
Barang bukti dari lokasi sumur terbakar di Gampong Pasir Putih, Kecamatan Ranto Peureulak, diamankan di Mapolres Aceh Timur, Minggu (29/4/2018). Foto : Serambi Indonesia.

ACEH TIMUR - Polres Aceh Timur telah menetapkan lima tersangka dalam kasus sumur minyak yang meledak dan terbakar di Dusun Bhakti, Gampong Pasir Putih, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur, Rabu (25/4/2018) dini hari.

Peristiwa itu menyebabkan 21 orang meninggal dan 39 orang luka bakar.

"Pasca kejadian terbakarnya sumur minyak kita telah melakukan penyelidikan, dan kita telah menetapkan lima tersangka," jelas Kapolres Aceh Timur, AKBP Wahyu Kuncoro, didampingi Dandim 0104/Atim Letkol Inf M Iqbal Lubis, saat konfrensi pers di Mapolres setempat, Minggu (29/4/2018).

Lima orang ditetapkan sebagai tersangka, kata Kapolres, setelah pihaknya memeriksa sebanyak 30 orang saksi dalam kasus ini. Kelima tersangka itu, jelas Kapolres, empat orang ditahan di Mapolres Aceh Timur, dan satu tersangka merupakan korban yang telah meninggal dunia.

Kelima tersangka itu, jelas Kapolres, berinisial B (51), selaku keuchik yang berperan memberikan izin kepada setiap penambang di Gampong Pasir Putih, dan memungut biaya Rp 5 ribu per drum hasil dari pengeboran untuk pendapatan gampong.

"Jadi kegiatan ilegal ini terjadi karena ada izin dari keuchik. Jika tidak ada izin, maka kegiatan ini tidak akan terjadi," jelas Kapolres.

Tersangka lainnya, jelas Kapolres, F (34), ketua pemuda Gampong Pasir Putih, berperan membantu keuchik mendata dan mengumpulkan setoran. Selanjutnya, Z (39), berperan sebagai penyandang dana atau pemodal dalam kegiatan pengeboran ilegal ini.

Selanjutnya, J (45) warga Gampong Pasir Putih, sebagai pemilik lahan tanpa hak dan berwenang menawarkan penambangan ilegal di tanahnya dengan mengharapkan pembagian. Tersangka selanjutnya, A (35), sebagai pekerja yang telah meninggal dunia dalam kejadian ini.

"Selain menetapkan 5 tersangka, kita juga mengamankan 30 item barang bukti dalam kasus ini, termasuk 4.000 liter minyak mentah," ungkap Kapolres.

Menurut Kapolres, jumlah barang bukti minyak tersebut akan terus bertambah dan saat ini dititipkan di tempat penampungan milik PT Aceh Timur Kawai Energi di Kecamatan Ranto Peureulak.(Serambi Indonesia).

Sponsored:
Loading...

Komentar

Loading...