Topik

Potensi Bandeng Presto di Manyak Payed

·
Potensi Bandeng Presto di Manyak Payed
Gambar Ilustrasi Bandeng Presto. Foto : Ist

Oleh: Maoelza Wiranda, SE (Koordinator Statistik Kecamatan Manyak Payed)

Aceh Tamiang memiliki keunggulan letak geografis yang tidak dimiliki kabupaten lain yang ada di Provinsi Aceh. Terletak di perbatasan Provinsi Aceh-Sumatra Utara wilayah pantai timur Aceh seharusnya bisa menjadi modal Kabupaten Aceh Tamiang untuk berkembang.

Namun keunggulan letak geografis tersebut belum dimanfaatkan secara optimal. Berkaca dari kesuksesan Kabupaten Bireuen yang terus berkembang menjadi wilayah maju dengan memanfaatkan letak geografis. Kabupaten Bireuen sangat diuntungkan dengan posisi persimpangan jalur pantai timur Aceh dan wilayah tengah Aceh.

Kabupaten Bireuen juga terletak ditengah-tengah antara Banda Aceh dan Medan sehingga banyak kendaraan asal Medan dan Banda Aceh memilih singgah di Bireuen. Demikian juga dengan mobil-mobil L300 asal Kabupaten Gayo Lues dan Aceh Tengah yang selalu singgah di Bireun untuk beristirahat.

Persinggahan angkutan umum dari dua arah membuat perekonomian Kabupaten Bireuen berada di posisi 4 se Aceh. Bireuen hanya kalah dari Kabupaten Aceh Utara, Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar.

Lalu bagaimana dengan Kabupaten Aceh Tamiang?

Kabupaten Aceh Tamiang berada di posisi 11 dengan nilai Produk Domestik Regional Bruto pada Tahun 2019 sebesar 7,42 Trillun Rupiah. Perekonomian Aceh Tamiang saat ini masih fokus dengan perkebunan kelapa sawit, namun belum memanfaatkan letak geografis perbatasan antar provinsi serta jalur pantai timur yang cukup ramai.

Salah satu cara mengoptimalkan keunggulan letak geografis Kabupaten Aceh Tamiang adalah dengan menggalakan industri oleh-oleh. Aceh Tamiang memiliki kekayaan alam yang bisa diolah menjadi oleh-oleh.Salah satu kekayaan alam yang dimiliki Aceh Tamiang adalah Ikan Bandeng.

Setidaknya ada tiga kecamatan di wilayah Kabupaten Aceh Tamiang yang menghasilkan Ikan Bandeng. Tiga kecamatan tersebut adalah Kecamatan Bendahara, Kecamatan Banda Mulia dan Kecamatan Manyak Payed.

Potensi Ikan Bandeng ini bisa dikembangkan menjadi oleh-oleh Bandeng Presto. Seperti halnya Bandeng Presto yang menjadi andalan oleh-oleh Kota Semarang di Jawa Tengah.

Kabupaten Aceh Tamiang juga bisa menjadi pusat oleh-oleh Bandeng Presto. Karena wilayah Banda Mulia dan Bendahara tidak terletak di jalan nasional, maka sentra pemasaran Bandeng Presto bisa difokuskan di wilayah Kecamatan Manyak Payed.

Pengembangan industri Bandeng Presto di tiga kecamatan ini diharapkan bisa memberikan dampak perekonomian yang nyata bagi Kabupaten Aceh Tamiang.

Dampak-dampak yang bisa ditimbulkan dengan pegembangan industri Bandeng Presto antara lain adalah angkutan umum seperti Bus dan Hi-Ace dari arah Medan maupun Banda Aceh bisa mempertimbangkan berhenti untuk istirahat di Aceh Tamiang khususnya Kecamatan Manyak Payed.

Jika kondisi tersebut benar terjadi, maka Kabupaten Aceh Tamiang bisa mengambil sepotong potensi ekonomi yang selama ini diambil oleh Kabuten Bireun dengan Sate Matang dan Keripik singkongnya.

Dampak lain yang mungkin timbul adalah menciptakan lapangan pekerjaan. Jika selama ini produksi ikan bandeng hanya dimanfaatkan restoran dan rumah makan sebagai pelengkap menu sajian, kedepannya jika industri bandeng presto benar-benaar dikembangkan maka bisa menciptakan lapangan pekerjaan yang lebih luas.

Selain itu, hal ini bisa berpotensi menurunkan tingkat pengangguran yang ada di Kabupaten Aceh Tamiang. Data terakhir yang dirilis BPS Kabupaten Aceh Tamiang menunjukan tingkat pengangguran Aceh Tamiang mencapai 6,25 persen pada tahun 2018.

Angka pengangguran tersebut meningkat dibandingkan tahun 2017 yang hanya sebesar 5,43 persen. Meskipun angka pengangguran di Aceh Tamiang secara umum masih lebih rendah jika dibandingakan dengan angka pengangguran Provinsi Aceh yang mencapai 6,36 persen pada Tahun 2018.

Semoga kedepannya industri Bandeng Presto benar-benar bisa dikembangkan di Kabupaten Aceh Tamiang. Jika benar industri Bandeng Presto bisa direalisasikan di wilayah Manyak Payed, maka industri ini juga memerlukan dukungan dari berbagai pihak terutama pemerintah daerah.

Jika Kementrian Pariwisata memiliki slogan Visit Indonesia maka Pemerintah Daerah Kabupaten Aceh Tamiang dan Pemerintah Kecamatan Manyak Payed bisa mempromosikan Visit Manyak Payed. Slogan ini diharapkan mampu membantu pemasaran awal dari industri Bandeng Presto di Manyak Payed. []

Disdukcapil Aceh Tamiang
Sponsored:
Loading...

Komentar

Loading...