Topik

Rekonsiliasi Jokowi-Prabowo, Sinyal Positif Bagi Rupiah dan Investasi

·
Rekonsiliasi Jokowi-Prabowo, Sinyal Positif Bagi Rupiah dan Investasi
Foto : Istimewa

JAKARTA - Pasca pertemuan presiden terpilih Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Sabtu (13/7/2019) lalu, rupiah menunjukkan keperkasaannya.

Pada Senin (15/7/2019), rupiah menguat ke level Rp 13.900, yang mana selama ini selalu bertengger di atas Rp 14.000. 

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira mengatakan, penguatan rupiah sedikit banyak terdampak dari rekonsiliasi kubu Jokowi dan Prabowo. "Karena selama ini yang ditunggu-tunggu rekonsiliasi. Ini bisa meredakan tensinpolitik dan stabilitas sampai pelantikan pada Oktober," kata Bhima kepada Kompas.com, Senin malam.

Tak hanya berdampak ke rupiah, sentimen tersebut juga diprediksi mengarah positif pada laju investasi di Indonesia.

Investor selama ini cenderung wait and seemelihat ketegangan politik yang cukup panas. Perdamaian kedua kubu ini menimbulkan kepastian yang selama ini mereka nantikan. "Investasi berpengaruh dalam jangka pendek dulu, yang tadinya ragu masuk, sekarang masuk," kata Bhima.

Momentum lainnya yang dinanti investor adalah reshuffle kabinet. Jokowi, pada pidato politik di acara Visi Indonesia, Minggu (14/7/2019) menekankan bahwa pejabat yang tidak efektif akan dicopot. Tak terkecuali menteri yang kerjanya terkesan lambat.

Pernyataan tersebut memberikan sinyal ke publik bahwa Jokowi akan melakukan reshuffle sebelum terbentuk kabinet jilid II pada Oktober 2029. "Investor juga menunggu reshuffle kabinet. Semakin cepat reshuffle kabinet, makin ada kepastian buat kebijakannya," kata Bhima. (**)

Sumber : Kompas

Sponsored:
Loading...

Komentar

Loading...