Topik

Rendahnya Kesadaran Masyarakat akan Penggunaan Masker Ditengah Perniagaan Pekanan

Rendahnya Kesadaran Masyarakat akan Penggunaan Masker Ditengah Perniagaan Pekanan
Masih banyak yang tidak menggunakan masker di pasar pekanan. Foto : Aliyandi.

ACEH TAMIANG - Siang itu, matahari menjulang tinggi, salah seorang pengelola Pekanan Rabu Batas Jaya, Syafrizal sibuk menyiapkan tenda-tenda untuk lapak para pedagang yang akan berjualan diarea Pintu Gerbang Aceh-Sumut dipinggiran jalinsum Negara.

Disisi lain sekitar area Pekanan, terlihat Reza, pengurus Mushala Pertokoan Perbatasan mengecek pasokan air untuk digunakan berwuduk dan drum air buat mencuci tangan dan kaki bagi masyarakat dan pedagang.

Hal ini mereka lakukan agar para pedagang dan pengunjung di Pekanan tersebut nyaman dan dapat melakukan ibadah dalam keadaan bersih, apalagi dimasa pandemi Covid 19 ini.

"Persiapan ini dilakukan agar para pedagang dan pengunjung usai beraktifitas dalam jual beli dapat mencuci tangan dikran-kran air yang terdapat dimushala pertokoan" ujar Ir. Emrizal Ketua Pengelola Pekanan Rabu Batas Jaya.

Lanjutnya, di pekanan Batas Jaya yang berlokasi tidak jauh dari pos Covid-19 Aceh Tamiang, lebih kurang berjarak satu kilometer. Selama pekanan berlangsung, pengelola Pekanan tetap menghimbau baik para pedagang dan pengunjung untuk tetap menggunakan masker.

Menurut Emrizal, ditengah-tengah berlangsungnya perniagaan, ada petugas kepolisian dari Polsek Kejuruan Muda datang mengunjungi Pekanan guna mengingatkan warga selama beraktifitas tetap menggunakan masker.

Diakuinya, kesadaran pengunaan masker memang agak sulit bagi pedagang, dikarenakan mereka harus berkomunikasi dengan cara menyapa para pembeli untuk menjajakan barang dagangannya.

Wiwik warga Seumadam yang sedang bebelanja sayur mayur, ketika disapa Kabar Tamiang, kenapa dirinya tetap menggunakan masker, Ia berujar, sudah menjadi kebiasaan bang, bila keluar rumah tetap menggunakan masker.

Bukan karena takut razia masker, Ia, menilai di pekanan Batas Jaya, para pembeli masih tertib menggunakan masker dan mencuci tangan sehabis melakukan jual beli daripada dipekanan lain.

Sementara Maya, pedagang aksesoris di Pekanan tersebut, mengatakan dirinya tetap memakai masker saat berjualan dikarena menjaga agar tidak terpapar Corona. "Lebih baik menjaga bang daripada terkena Corona dikarantina sehingga tidak dapat beraktiifitas yang rugi siapa? " ujarnya dengan nada bertanya.

Sementara komentar beberapa pedagang yang tidak menggunakan masker beralasan sulit berkomunikasi saat menggunakan masker. "Biarlah yang berbelanja saja yang menggunakan masker," ujar pedagang cabai yang enggan menyebutkan namanya.

Padahal didekat lokasi area Pekanan, jelas terlihat baliho himbauan Gubernur Aceh tentang penggunaan masker terpampang jelas yang berukuran besar.

Namun merubah kebiasan berprilaku itu memang sulit, tetapi bagi yang menyadari perubahan sikap atau prilaku demi kebaikan diri dan lingkungan masyarakat dimasa pandemi Covid 19 memang perlu kesadararan diri individual masing-masing.

Menurut Dika Pratama, S.Psi yang bekerja dibidang konseling di Medan saat berkunjung di kediamannya di Rantau, Jum'at (4/12/2020) mengatakan, untuk merubah kebiasan seseorang itu butuh kerja keras, terpenting dalam mengubah kebiasaan harus dibangun dari diri pribadi masing-masing individu.

"Nah untuk itu perlu digugah kesadaran warga terhadap pentingnya menjaga kesehatan dan prilaku hidup bersih" ujar Dika putra Aceh Tamiang yang saat ini sedang mengambil Magister Psikologi di Yogjakarta.

Sementara itu, Ketua Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat, Aceh Tamiang Azwar Harahap menilai di Pasar atau Pekanan memang agak sulit menerapkan 3M, dikarenakan aktifitas perdagangan. "Tetapi dengan himbaun dan razia masker yang dilaksanakan oleh Satgas Covid di jalanan, membuat warga menyadari perlunya masker dan mencuci tangan" jelasnya.

Azwar menambahkan kembali, dimasa pandemi Covid 19, didepan-depan perkantoran ataupun ditempat sarana umum sudah banyak tempat untuk mencuci tangan yang dapat dipergunakan oleh masyarakat dalam mencegah penyebaran Covid 19.

Bukan hanya himbauan Gubernur Aceh saja terkait prokes harus diberlakukan ditempat-tempat keramaian, Bupati Aceh Tamiang juga menekankan prokes harus diterapkan ditengah-tengah masyarakat, sehingga mengeluarkan himbauan untuk sementara waktu tidak mengelar hajatan dan mengunjungi kawasan wisata.

Walaupun posisi daerah Aceh Tamiang sudah di zona orange tidak lagi masuk di zona merah. Hal ini disampaikan Agusliayana Devita, S.STP, M.Si Humas Satgas Covid 19 Aceh Tamiang bahwa posisi Aceh Tamiang sudah kembali di zona orange yang beberapa waktu lalu masuk di zona merah. []

Sponsored:
Loading...

Komentar

Loading...