Topik

Satgas Covid-19 Akan Tambah Tiga Lab Tes RT-PCR di Aceh

·
Satgas Covid-19 Akan Tambah Tiga Lab Tes RT-PCR di Aceh
Ketua Satgas Covid Pusat, Doni Monardo saat berkoordinasi dengan Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah. Foto : Ist

BANDA ACEH - Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo menyatakan pihaknya akan menambahkan tiga laboratorium tes RT-PCR untuk memudahkan proses tracking dan tracing di Aceh.

Ketiga lab tersebut akan dibangun di tiga lokasi sesuai dengan zonasi wilayah Aceh agar mudah dijangkau seluruh kabupaten/kota. Tak hanya itu, Rumah Sakit Umum Dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) di Banda Aceh juga akan menerima bantuan penambahan ruangan ICU dan peralatan medis.

"Untuk jangka pendek, kami juga akan memberikan bantuan masker. Namun untuk jangka panjangnya, kami akan mengirim mesin agar bisa diproduksi berkelanjutan," ujar Doni saat menghadiri rapat koordinasi penanganan Covid-19 bersama Plt. Gubernur Aceh Nova Iriansyah di Banda Aceh, Sabtu (26/9/2020).

Selain mesin jahit, Aceh juga akan menerima bahan yang dibutuhkan untuk produksi masker. Doni kemudian meminta Nova untuk mengidentifikasi jumlah mesin jahit yang dibutuhkan oleh setiap kabupaten/kota di Aceh. "Presiden menugaskan saya untuk membantu Aceh," kata Doni.

Pada kesempatan tersebut, Doni meminta agar pemerintah Aceh menyiapkan hotel di setiap daerah sebagai tempat isolasi pasien orang tanpa gejala (OTG). Seluruh biaya sewa hotel akan diajukan kepada pemerintah pusat. "Pilih tempat yang betul-betul membuat orang gembira dan nyaman. Kalau tidak nyaman nantinya akan mengganggu psikologisnya. Senang dan gembira merupakan bagian dari obat," kata Doni.

Dirinya juga mengarahkan pemerintah setempat untuk menyediakan fasilitas yang memadai, serta asupan bergizi dan vitamin bagi dokter dan tenaga kesehatan sebagai garda terdepan penanganan Covid-19.

Kapasitas Rumah Sakit di Aceh

Saat ini, RSUDZA memiliki 149 tempat tidur untuk penanganan pasien Covid-19 dengan rincian 6 tempat tidur di ruang RICU, 73 tempat tidur di ruang PINERE, dan 77 tempat tidur tambahan di ruang lain. Kapasitas akan ditingkatkan menjadi 24 tempat tidur untuk RICU, 18 tempat tidur HCU dan 107 tempat tidur untuk ruangan isolasi biasa.

Nova mengaku idealnya RSUDZA harus memiliki kamar rawat kasus berat dan krisis dengan 225 tempat tidur. "Oleh karena itu, kami mohon bantuan BNPB untuk keperluan rumah sakit lapangan yang dikelola terpisah dari RSUDZA melalui rekan-rekan Forkopimda," jelas Nova.

Total ruang isolasi di rumah sakit kabupaten/kota masih belum sesuai dengan jumlah yang dibutukan. Untuk pasien OTG, lanjut Nova, setidaknya ada 1.628 ruang isolasi tambahan yang perlu disediakan di seluruh daerah di Aceh.

"Kami sudah menghitung dengan asumsi dan prakiraan jumlah tes PCR swab per bulan sebanyak 32.888 orang, dengan tingkat positif 11 persen maka kasus positif bisa berjumlah hingga 3.260. Dari jumlah ini, OTG atau bergejala ringan diperkirakan 90% atau sekitar 2.934 orang per bulan," ujar Nova. "Untuk itu dibutuhkan 1.628 ruang isolasi tapi yang tersedia 759 kamar sehingga masih kekurangan 869 kamar," lanjutnya.

Nova menjelaskan, pihaknya membutuhkan ruang isolasi OTG karena pemerintah Aceh akan melaksanakan tracking dan tracing untuk memenuhi standar WHO.

Dirinya juga mengusulkan agar Satgas Penanganan Covid-19 pusat bisa memberikan tambahan bantuan masker dan membangun rumah sakit lapangan sesuai dengan kebutuhan Aceh saat ini. "Tentu penanganan pandemi Covid-19 ini membutuhkan komitmen, kerja keras dan kolaborasi seluruh pihak terkait," tutup Nova. (**)

Sumber : Beritasatu.com

Sponsored:
Loading...

Komentar

Loading...