Topik

Satgas: Kasus Covid-19 di Aceh Tamiang Sasar Usia Produktif

·
Satgas: Kasus Covid-19 di Aceh Tamiang Sasar Usia Produktif
Ketua Bidang Data dan Informasi Satgas Covid-19 Kabupaten Aceh Tamiang, Agusliayana Devita. Foto : Ist

ACEH TAMIANG - Ketua Bidang Data dan Informasi Satgas Penanganan Covid-19 Aceh Tamiang, Agusliayana Devita mengatakan lonjakan kasus Covid-19 di Aceh Tamiang dalam dua hari terakhir mencapai 40 kasus dan dari 40 kasus tersebut beberapa diantaranya menginfeksi masyarakat usia produktif.

Hal itu berdasarkan hasil tracking yang dilakukan Dinas Kesehatan Aceh Tamiang, yang menyatakan 40 kasus baru positif Covid-19, korban didominasi warga berusia produktif. "Lonjakan kasus positif ini terjadi pada Kamis (15/10/2020) sebanyak 25 orang, sementara pada Sabtu (17/10/2020) sebanyak 15 orang," kata Devi, panggilan akrab Agusliayana Devita.

Namun, kata Devi, dari keseluruhan jumlah korban tidak semuanya warga Aceh Tamiang. “Misalnya yang keluar hari ini, dari 15 kasus ada empat warga luar yang kebetulan melakukan swabnya di Aceh Tamiang,” kata Devi.

Devi menjelaskan lonjakan ini sendiri tidak terlepas dari tracking yang dilakukan Dinas Kesehatan Aceh Tamiang terhadap warga yang dicurigai. Kategori patut dicurigai ini ialah orang-orang yang memiliki riwayat kontak langsung dengan korban positif Covid-19, baik yang meninggal maupun yang hanya menjalani perawatan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Aceh Tamiang, Ibnu Azis yang dikonfirmasi Kabar Tamiang, Minggu (18/10/2020) mengatakan, tracking yang pihalnya lakukan terus ditingkatkan. Ia mencontohkan, periode Maret-Agustus hanya menyebar 5 ribu unit rapid test ke Puskesmas.

Jumlah ini sudah terlampaui pada periode September-Oktober yang sudah mencapai 7 ribu unit rapid test. “Kita masih menuggu laporannya, maksudnya dari 7 ribu unit ini berapa yang menjaring korban positif,” ungkap mantan Direktur RSUD ini.

Ibnu menjelaskan, virus Corona ini terus berkembang dan cenderung menyerang orang usia produktif. Rata-rata korban yang dinyatakan positif disebutnya berusia 24-40 tahun. “Hari ini saja dari 12 yang kami trackinig, 10 merupakan berusia 40 tahun. Artinya orang-orang yang fisiknya dianggap masih kuat juga rentan terserang,” ujarnya.

Sikap kooperatif masyarakat dalam menegakan disipilin Protkes Covid-19 sangat berpengaruh untuk menekan penyebaran kasus ini. Sikap ini khususnya butuh diperlihatkan oleh keluarga yang anggota keluarganya meninggal dalam status reaktif Covid-19.

Ibnu Azis menambahkan, dalam beberapa kasus di sejumlah daerah sering ditemukan keluarga menolak pemulasaran jenazah, hanya karena berstatus reaktif. “Padahal sesuai aturannya, meninggal dengan akurasi reaktif Covid-19 antara 80 atau 90 persen sudah harus dimakamkan sesuai Protkes. Tidak harus menunggu hasil swab,” katanya.

Dia mengatakan, hal ini perlu dipahami masyarakat agar ke depannya tidak ada lagi pertikaian antara tim medis dengan keluarga pasien. Ibnu pun memastikan tim pemulasaran Aceh Tamiang sudah dibekali pemahaman tentang fardhu kifayah tentang jenazah.

“Tujuannya untuk melindungi masyarakat dan anggota keluarga lainnya dari penyebaran virus ini. Makanya harus dimakamkan sesuai Protkes,” jelas Ibnu Azis. (Aliyandi)

Sponsored:
Loading...

Komentar

Loading...