Topik

Sistem Pendaftaran UTBK SBMPTN 2019 Ditutup Sementara, Ini Sebabnya

·
Sistem Pendaftaran UTBK SBMPTN 2019 Ditutup Sementara, Ini Sebabnya
Gambar Ilustrasi. Foto : Ist

JAKARTA - Laman resmi pendaftaran Ujian Tulis Berbasis Komputer ( UTBK) untuk Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri ( SBMPTN) 2019 tidak dapat diakses.

Hingga pagi ini (3/2/2019 Pk. 08.30 WIB), laman tersebut hanya menampilkan tulisan: "Sistem Pendaftaran UTBK LTMPT sedang di non-aktifkan". Siswa calon pendaftar diminta untuk mengakses laman resmi Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT).

Melalui surat pengumuman resmi, Ketua Pelaksana Eksekutif LTMPT Prof Budi Prasetyo menyampaikan beberapa alasan laman resmi pendaftaran UTBK ini ditutup untuk sementara. "Berdasarkan evaluasi pendaftaran UTBK sejak dibuka dari 01 Maret 2019 sampai dengan 02 Maret 2019 pukul 12.00 WIB ternyata masih ditemui beberapa kendala," kata Prof Budi seperti dikutip dari berita resmi tersebut.

Penutupan sementara itu disebabkan oleh 2 faktor yaitu:

1. Permasalahan Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) dan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN)

2. Permasalahan sistim pembayaran H2H (Host to Host) ke Bank mitra LTMPT

"Mohon maaf atas ketidaknyamanan dalam proses pendaftaran UTBK," lanjut Prof Budi.

Terkait kedua permasalahan tersebut, pendaftaran UTBK SBMPTN 2019 sementara ditutup dan akan dibuka lagi hari Senin, 04 Maret 2019 pukul 08.00 WIB. "Bagi peserta yang sudah terlanjur mencetak kartu peserta tetapi belum membayar, harap melakukan login kembali untuk menyelesaikan pembayarannya," pesan Ketua Pelaksana Eksekutif.

Pihak LTMPT juga memberikan perpanjangan waktu bagi peserta yang sudah mendaftar namun belum melakukan pembayaran biaya UTBK. Batas waktu pembayaran diperpanjang menjadi hari Senin, tanggal 4 Maret 2019, Pk. 22.00 WIB.

Selain permohonan maaf, pihak LTMPT juga meminta calon pendaftar untuk tetap tenang mengingat masa pendaftaran masih cukup panjang. "Untuk diketahui bahwa waktu pendaftaran UTBK Gelombang I masih cukup panjang (sampai dengan 24 Maret 2019)," jelas Prof Budi.(**)

Sumber : Kompas

Sponsored:
Loading...

Komentar

Loading...