Topik

Tahun 2021, Distanbun Aceh Targetkan Sertifikasi 4.500 Ton Benih Padi

·
Tahun 2021, Distanbun Aceh Targetkan Sertifikasi 4.500 Ton Benih Padi
Kepala UPTD Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan pada Distanbun Aceh Habiburrahman. Foto : Ist

BANDA ACEH - Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh menargetkan akan memberikan sertifikasi sebanyak 4.500 ton benih padi pada 2021, sebagai upaya pemerintah guna menghindari peredaran benih padi yang tidak bersertifikat atau palsu di tengah masyarakat.

“Tahun ini kita targetkan akan menghasilkan benih padi 4.500 ton yang bersertifikat. Dan akan kita sertifikasi disini,” kata Kepala UPTD Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Distanbun Aceh Habiburrahman, seperti dilansir Antara.

Hingga kini, Habiburrahman menjelaskan, Aceh masih menjadi salah satu produsen terbesar untuk tanaman pangan. Bahkan, daerah Tanah Rencong itu juga masuk dalam jajaran enam besar daerah yang melakukan sertifikasi benih terbanyak di Indonesia.

Saat ini, menurut dia, 80 persen petani di Aceh juga telah menggunakan benih padi yang bersertifikasi saat musim tanam, yakni benih-benih yang telah melewati tahapan pengujian di laboratorium sehingga terjamin kualitasnya. “Artinya di kios-kios itu sudah banyak benih bersertifikat yang sudah dijual secara bebas,” kata Habiburrahman.

Ia menambahkan benih padi yang disertifikasi tersebut juga akan terpasang label benih dengan menggunakan sistem barcode/QR. Tujuannya untuk memudahkan masyarakat dalam mendeteksi setiap benih yang dibeli, apakah telah tersertifikasi atau belum sehingga petani tidak salah saat membelinya.

“Jadi ketika ada komplain, permasalahan, maka tinggal klik dan pindai maka sudah tahu status kepemilikan benih itu. Jadi ini untuk menghindari peredaran benih-benih palsu atau tidak bersertifikasi,” katanya.

Karena, menurut dia, apabila petani membeli dan menanam benih padi yang tidak tersertifikasi Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB) selaku lembaga penjamin benih bermutu di Aceh maka akan berdampak pada sumber penyakit tanaman, hama bahkan juga berimbas pada sektor gagal produksi.

Kalau tidak dilakukan pengujian terhadap benih itu maka kita tidak tahu kondisi apakah benih itu mengandung hama penyakit dan lain-lain, katanya.

“Jadi Insha Allah semua benih itu akan kita beri barcode, jadi tidak ada lagi secara konvensional. Bisa dipindai menggunakan HP berbasis andrioid /IOS agar memudahkan pengawasan benih di lapangan,” katanya lagi.

Hingga Mei 2021, benih padi yang telah tersertifikasi mencapai 1.000 ton. Kata dia, proses sertifikasi masih terus berlangsung dan optimis akan tercapai target hingga akhir tahun mendatang.

“Selain tanaman pangan, kita juga sudah mulai melakukan sertifikasi tanaman hortikultura dan tanaman perkebunan seperti kelapa sawit, kopi gayo, pala, cengkeh, pinang dan tanaman lainnya,” katanya. []

Sponsored:
Loading...

Komentar

Loading...