Topik

Tahun Ajaran Baru, Siswa di Aceh Tamiang Masih Belajar dari Rumah

·
Tahun Ajaran Baru, Siswa di Aceh Tamiang Masih Belajar dari Rumah
Gambar Ilustrasi. Foto : Ist

ACEH TAMIANG - Peserta didik atau siswa tahun ajaran 2020/2021 di Kabupaten Aceh Tamiang masih harus melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dalam jaringan (daring) atau online dari rumah masing- masing. Kebijakan ini diputuskan melalui rapat Forkopimda Aceh Tamiang yang sudah dilakukan pada Selasa (7/7/2020) lalu.

Bupati Aceh Tamiang, H.Mursil dalam rapat itu menjelaskan penerapan Belajar dari Rumah (BDR) ini didasari status Aceh Tamiang masih zona kuning Covid-19 dan kebijakan ini sesuai arahan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, hanya sekolah di Zona Hijau yang boleh melaksanakan KBM secara tatap muka.

Bupati Mursil pun, berharap kepada guru maupun orang tua siswa dapat bekerja sama untuk sama-sama mengawasi siswa agar proses belajar mengajar ini bisa berjalan baik. “Kita sadar belajar dari rumah ini tidak efektif, makanya Dinas Pendidikan juga harus bisa mendata tenaga pendidik yang berada di luar Aceh Tamiang, begitu juga para orang tua harus bisa memantau anak-anaknya,” kata Mursil kepada Wartawan, Jumat (10/7/2020).

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Tamiang, Zulkarnain Putra mengatakan kegiatan BDR yang dimulai 13 Juli ini baru diberlakukan untuk SMP sederajat dan SMA sederajat. Sementara untuk SD dan TK/PAUD baru akan dilakukan masing-masing dua bulan ke depan. “Untuk SD proses belajar mengajar ini baru akan dimulai September, dua bulan selanjutnya untuk TK/PAUD,” ujarnya.

Untuk mekanisme pelaksanaan BDR ini, Dinas Pendidikan Aceh Tamiang menyesuaikannya dengan kondisi sekolah masing-masing. Harus disadari kondisi sekolah di Aceh Tamiang belum seluruhnya masuk dalam jangkauan jaringan seluler, sehingga menyulitkan untuk belajar menggunakan fasilitas internet atau android.

“Pertama, belum semua ada jaringan seluler, kedua tidak semua kondisi orang tua siswa bisa menyediakan android. Ini harus menjadi pertimbangan kita agar BDR bisa berjalan baik,” jelas Zulkarnain.

Sebagai solusi, Dinas Pendidikan Aceh Tamiang membagi klasifikasi BDR menjadi tiga jenis, yakni daring (dalam jaringan), luring (luar jaringan) dan manual. “Kalau manual ini bisa saja setiap harinya orang tua ke sekolah mengambil titipan materi belajar dari guru atau gurunya mendatangi rumah siswa. Yang penting prose belajar mengajar ini berjalan,” ujarnya. (Hen)

Sponsored:
Loading...

Komentar

Loading...