Topik

Tak Lulus Kuliah, Pria Ini Sukses Pasarkan Kopi Aceh ke Luar Negeri

·
Tak Lulus Kuliah, Pria Ini Sukses Pasarkan Kopi Aceh ke Luar Negeri
Foto : Istimewa

JAKARTA - Tak lulus dari bangku kuliah bukan berarti Anda tak bisa sukses dalam berkarier. Hal ini dibuktikan sendiri oleh Teuku Dharul Bawadi. Meskipun merasakan bangku kuliah hanya sampai semester enam, Bawadi sukses menjadi seorang pebisnis. Bahkan, pria yang saat ini berusia 30 tahun itu sukses membawa produknya ke pasar internasional.

Pria yang memiliki hobi bermain game ini merupakan pemilik produk kopi Aceh yang dinamakan Bawadi Coffee. Kopi produksi Bawadi kini telah dipasarkan ke 8 negara. "Saya lihat kawan-kawan saya ditempat kuliah semua mengejar untuk jadi PNS dan lain-lain, sedangkan itu agak bertolak belakang dengan saya. Saya ingin bisa menciptakan lapangan pekerjaan untuk orang lain. Akhirnya saya memutuskan untuk membuat satu perusahaan namanya Bawadi Coffee," ujar Bawadi di Jakarta, Sabtu (13/7/2019).

Bawadi bercerita, saat pertama kali membuat produk kopi kemasan, dirinya tak langsung memasarkannya. Dia terlebih dahulu memberikan produk buatannya itu ke tetangga dan sanak keluarganya.

Setelah mendapatkan respon positif, barulah dia berani memasarkan produknya ke pasaran. Saat pertama kali merintis bisnis, Bawadi hanya bermodalkan uang Rp 30 juta. "Jangan ambil tindakan misalnya langsung produksi massal. Dari situlah kebanyak UMKM yang gagal. Sebenarnya kita bisa memulai step by step lebih bagus daripada langsung," tutur Bawadi.

Bawadi sendiri memulai produksi kopinya sejak 2014 lalu. Saat itu produk pertama yang dia buat, yakni kopi Arabica Gayo. Saat pertama kali merintis bisnisnya, Bawadi mengaku memasarkan produknya seorang diri. Dia mencoba menawarkan produknya dari toko ke toko.

Kata-kata penolakan dari pemilik toko tak jarang dia dapati. Namun, hal tersebut tak membuatnya patah arang. Setelah tak sukses memasarkan produknya ke dalam negeri, Bawadi mencoba menawarkan produknya ke Malaysia dan Singapura. Produk kopi Bawadi sendiri mulai dijual di harga Rp 15.000 hingga Rp 250.000.

"Karena memang awal target Kopi Bawadi kita langsung ke Malaysia. Kenapa saya lebih tertarik ke market luar negeri, pertama diluar negeri itu kita tidak bersaing dengan kompetitor. Kalau kita masuk ke nasional harus ada nama, karena orang agak susah nerima produk baru kalau memang dia belum ada nama," ucap dia.

Rupanya, produk kopi Bawadi diterima oleh masyarakat Malaysia dan Singapura. Hari demi hari pesanan kopi Bawadi terus melonjak.Saat ini, dalam tiap bulannya Bawadi bisa memproduksi 12 ton kopi. Dia pun telah sukses membantu para petani kopi asal Aceh. Mitra petani kopi Bawadi saat ini berjumlah 1.840 orang.

Tak sampai di situ, kini Bawadi telah sukses mewujudkan mimpinya membuka lapangan kerja untuk orang lain. "Karyawan tetap saya ada 28 orang, karyawan lepas ada 34 orang. Jadi saya bermimpi supaya kawan-kawan yang lagi kuliah, saya suruh mereka berkunjung ke tempat saya, supaya dia bisa berwirausaha sambil kuliah," ujarnya.

Kini, Bawadi telah mengekspor kopi buatannya ke delapan negara, yakni Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Thailand, China, India, Australia dan Kanada. Dia pun kini tengah mencoba melakukan penetrasi pasar ekspor ke negara-negara Timur Tengah dan Eropa.

"Mimpi kita tahun ini saya rencana masuk ke 7-Eleven. Kalau kita masuk ke sana otomatis 36 negara kita sudah bisa masuk barang," kata Bawadi.

Kini, omzet per bulan Bawadi pun telah melonjak 20 kali lipat dari modal awal yang telah dia keluarkan. Apa yang diraih Bawadi saat ini telah membuktikan bahwa tak lulus kuliah pun tetap bisa sukses dalam membangun bisnis.

Sumber : Kompas

Sponsored:
Loading...

Komentar

Loading...