Topik

Tak Patuh Aturan Jaga Jarak, Warkop di Aceh Bakal Ditutup

·
Tak Patuh Aturan Jaga Jarak, Warkop di Aceh Bakal Ditutup
Gambar Ilustrasi. Foto : Ist

BANDA ACEH - Pemerintah Kota Banda Aceh bakal menutup dan mencabut izin usaha pemilik warung kopi atau kafe jika tidak menerapkan physical distancing (menjaga jarak) guna mencegah penularan virus corona (Covid-19). Pemilik usaha warkop diminta mengatur jarak meja dan kursi minimal 1,5 meter.

"Bisa kita cabut izinnya. Dan saya minta petugas Satpol PP, Polisi, dan TNI untuk mengamankan kebijakan ini, ini kita lakukan agar pemilik warkop, kafe, dan restoran punya kesadaran untuk mendukung upaya-upaya yang tengah dilakukan pemerintah dalam mencegah wabah Covid-19," kata Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, baru-baru ini.

Aminullah mengatakan masih banyak warkop yang abai dengan physical distancing. Pengunjung warkop duduk berdekatan satu sama lain. Jika ke depannya imbauan menjaga jarak tidak juga diindahkan oleh pemilik warkop, Pemkot Banda Aceh ingin menindak tegas. Warkop yang bersangkutan bakal ditutup guna mencegah penularan virus corona.

Selain menerapkan physical distancing, warkop, kafe, dan restoran juga diminta untuk menyediakan tempat untuk cuci tangan (wastafel) atau hand sanitizer dengan jumlah yang memadai.

Kemudian sesuai seruan bersama Forkopimda Banda Aceh, Aminullah mengimbau pekerja dan pengunjung warkop untuk mengenakan masker. Aminullah juga mengimbau agar tidak terlalu berlama-lama berada di warung kopi. "Dengan memakai masker, risiko penularan virus akan semakin kecil. Ini demi keselamatan kita semua," kata Aminullah.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Ery Apriyono mengatakan sejauh ini pihaknya sudah menurunkan personel bersama Satpol PP dan TNI. Mereka berpatroli setiap malam ke tempat-tempat keramaian seperti warung kopi. "Mereka melakukan patroli secara bersama-sama supaya mengimbau pengunjung menjaga jarak saat duduk di tempat keramaian," kata Ery dalam keterangannya.

Selain di Banda Aceh, kata Ery, sosialisasi juga dilakukan di sejumlah daerah lainnya. Tim gabungan mengimbau masyarakat agar memakai masker untuk melindungi diri dari penyebaran virus corona corona. "Kegiatan ini akan terus dilakukan selama masa darurat corona," ucapnya.

Sejauh ini, sudah tidak ada pasien positif virus corona di Aceh. Dari lima yang sebelumnya dinyatakan positif, empat di antaranya telah sembuh dan satu orang meninggal dunia. (**)

Sumber : CNN Indonesia

Sponsored:
Loading...

Komentar

Loading...