Topik

Telepon Presiden Palestina, Raja Salman Tegaskan Akan Tekan Israel

·
Telepon Presiden Palestina, Raja Salman Tegaskan Akan Tekan Israel
Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz al-Saud. Foto : Ist

RIYADH - Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz al-Saud, menelepon Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, untuk menegaskan dukungan. Otoritas Saudi juga menyambut baik kesepakatan gencatan senjata di Gaza.

Seperti dilaporkan Saudi Press Agency (SPA) dan dilansir Saudi Gazette, Sabtu (22/5/2021), percakapan telepon antara Raja Salman dan Presiden Abbas itu dilakukan pada Jumat (21/5) waktu setempat.

Dalam percakapan telepon itu, Raja Salman menegaskan kecaman Saudi untuk serangan dan tindakan Israel di Yerusalem, juga agresi Israel ke Gaza yang memicu korban jiwa. Raja Salman juga mendoakan agar para korban luka mengalami kesembuhan segera.

Lebih lanjut, Raja Salman menekankan bahwa Saudi akan terus melakukan upaya-upaya di semua level untuk menghentikan langkah-langkah dan serangan Israel terhadap Yerusalem, dengan mengkomunikasikan pada pihak-pihak terkait untuk menekan pemerintah pendudukan Israel. Dia juga mengharapkan keamanan dan perdamaian bagi rakyat Palestina.

Presiden Abbas dalam tanggapannya menyampaikan apresiasi mendalam untuk sikap teguh Kerajaan Saudi sejak era mending Raja Abdulaziz hingga saat ini. Dia berterima kasih kepada Raja Salman dan pemerintah Saudi atas upaya-upayanya dalam lingkup internasional, baik melalui organisasi Islam maupun Arab, untuk menghentikan agresi Israel dan mendukung rakyat Palestina.

Secara terpisah, seperti dilansir Arab News, Kementerian Luar Negeri Saudi menyampaikan penghargaan untuk upaya Mesir dan pihak-pihak internasional lainnya dalam menengahi gencatan senjata yang berlaku mulai Jumat (21/5) dini hari, yang mengakhiri pertempuran Israel dan Hamas yang menguasai Gaza.

Kementerian juga mengharapkan adanya 'upaya bersama untuk mencari penyelesaian masalah Palestina dalam cara yang memenuhi aspirasi rakyat Palestina untuk mendirikan negara merdeka dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kota'. "Sesuai dengan keputusan legitimasi internasional dan inisiatif Perdamaian Arab," imbuh pernyataan itu.

Ditegaskan juga bahwa Saudi akan melanjutkan upaya-upaya, termasuk bekerja sama dengan negara-negara sahabat, demi mencapai penyelesaian semacam itu. (**)

Detikcom
Sponsored:
Loading...

Komentar

Loading...