Topik

Tenaga Kesehatan Pemprov Aceh Wajib Ikut Program Vaksin Covid-19

·
Tenaga Kesehatan Pemprov Aceh Wajib Ikut Program Vaksin Covid-19
Gambar Ilustrasi. Foto : Ist

BANDA ACEH - Seluruh tenaga kesehatan (Nakes) yang bekerja di instansi jajaran Pemerintah Aceh, baik berstatus pegawai negeri sipil maupun tenaga kontrak diwajibkan untuk mengikuti program vaksinasi COVID-19. Bagi mereka yang menolak divaksin, akan dikenai sanksi disiplin hingga pemutusan kontrak.

Gubernur Aceh Nova Iriansyah, pada Jumat (5/2/2021) lalu, telah mengeluarkan surat Instruksi Gubernur (Ingub) tentang Pelaksanaan Vaksinasi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) Bagi Tenaga Kesehatan (Pegawai Negeri Sipil dan Tenaga Kontrak) pada Pemerintah Aceh.

“Tenaga Kesehatan sebagaimana dimaksud pada Diktum Kesatu, yaitu Pegawai Negeri Sipil dan Tenaga Kontrak Pemerintah Aceh yang bekerja pada Rumah Sakit, Klinik, Balai, dan Kantor yang mengurusi bidang kesehatan,” bunyi surat Ingub tersebut.

Bagi Tenaga Kesehatan yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud pada Diktum Kesatu, diwajibkan menandatangani Surat Pernyataan Tidak Bersedia Divaksinasi COVID-19. Dan akan dijatuhi hukuman disiplin sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.

Sementara bagi tenaga kontrak yang tidak mau mengikuti vaksinasi juga diminta menandatangani surat pernyataan tidak bersedia divaksinasi. Dan akan diberhentikan sebagai tenaga kontrak.

Sementara itu, bagi atasan para tenaga kesehatan yang melanggar kewajiban tersebut akan diberikan sanksi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Surat tidak bersedia divaksin tersebut dilampirkan langsung dalam Instruksi Gubernur Aceh No.02/INSTR/2021 itu. Ingub itu sendiri didasari pada Peraturan Presiden Nomor 99 Tahun 2020 tentang Pengadaan dan Pelaksanaan Vaksinasi Dalam Rangka Penanggulangan Pandemi COVID-19 dan Peraturan Menten Kesehatan Nomor 84 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Vaksinasi Dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Virus COVID-19.

Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh, Muhammad Iswanto, menyebutkan, sejauh ini Gubernur Aceh memang menekankan kewajiban vaksin bagi pegawai di lingkungan pemerintah Aceh saja. Namun demikian, pemerintah kabupaten/kota juga diajak untuk ikut serta menyukseskan program vaksin ini.

“Vaksin ini penting untuk melindungi diri, orang tua dan anak-anak di rumah. Vaksin juga melindungi saudara kita yang komorbid. Karena itu kita mengajak juga seluruh pemerintah kabupaten dan kota se Aceh untuk menyukseskannya,” kata Iswanto, dalam keterangannya Minggu (7/2).

Iswanto menyebutkan, dari pantauan selama dua hari pelaksanaan vaksinasi di empat Rumah Sakit Pemerintah Aceh (Rumah Sakit Zainoel Abidin, Rumah Sakit Ibu dan Anak, Rumah Sakit Meuraxa serta Rumah Sakit Jiwa), para nakes tampak semangat dan antusias menerima vaksinasi. []

GeBeTan - Ramadhan
Sponsored:
Loading...

Komentar

Loading...