Topik

TNI Gagalkan Penyelundupan Ratusan Dus Teh Ilegal Melalui Perairan Seruway

·
TNI Gagalkan Penyelundupan Ratusan Dus Teh Ilegal Melalui Perairan Seruway
Tersangka JP (tengah) diamankan bersama barang bukti ratusan kotak teh ilegal asal Thailand. Foto: Ist  

ACEH TAMIANG - Satuan Tim Intel Korem 011/Lilawangsa berhasil mengungkap penyelundupan teh asal Thailand melalui perairan Seruway Kabupaten Aceh Tamiang.

Petugas mengamankan satu pelaku, JP (21) warga Desa Upah, Kecamatan Bendahara, Aceh Tamiang beserta barang bukti ratusan kotak teh ilegal asal Thailand. Tersangka sendiri ditangkap saat akan melakukan transaksi di Lapangan Merdeka Kota Langsa, Kamis (3/1/2019).

"Teh yang disita yakni, teh hijau, teh merah dan teh bunga, merupakan produk dari Thailand yang tidak memiliki izin pita cukai maupun kelengkapan dokumen lainnya," kata Danrem 011/Lilawangsa Kolonel Inf Purmanto melalui Dantim Intel Korem 011/Lilawangsa Kapten Inf Abdul Majid, Selasa (8/1/2019).

Kapten Inf Abdul Majid menuturkan, kronologis penangkapan tersebut berawal saat anggota tim intel Korem 011/Lilawangsa, pada Kamis (3/1) mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa akan terjadi transaksi narkotika jenis sabu-sabu di lapangan Merdeka Kota Langsa yang diselundupkan bersamaan dengan teh asal Thailand yang dikemas di dalam kotak.

Mendapat laporan tersebut, anggota tim Intel Korem melakukan penyelidikan di Lapangan Merdeka Kota Langsa, dan pada saat pelaku sedang melakukan transaksi dengan salah seorang pembeli, tersangka langsung diamankan. "Saat diamankan, tim menemukan barang bukti sekitar 20 kotak kecil teh yang diangkut menggunakan kendaraan roda empat jenis Avanza Veloz BL 1398 NZ," sebut Abdul Majid.

Tidak sampai disitu, kata Kapten Abdul Majid, selanjutnya tim intel Korem 011/Lilawangsa melakukan pengembangan lanjutan terhadap tersangka berisinial JP dengan cara membawa tersangka ke rumahnya di Desa Upah, Kecamatan Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang. "Tiba di Desa Upah tim kembali menemukan ratusan kotak teh jenis teh hijau, teh merah dan teh bunga yang disimpan di rumah orang tua tersangka di Desa Simpang IV Opak, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang," ujar Kapten Abdul Majid

Dalam pemeriksaan tersangka mengaku sudah melakoni bisnis ini sejak setahun lalu dan sudah memasarkannya ke berbagai daerah, di antaranya sejumlah wilayah di Sumatera, Kalimantan, Jakarta, Bali hingga Papua.

Terungkap pula kalau barang tersebut didatangkan pelaku dari Thailand melalui jalur perairan menggunakan kapal kayu yang diselundupkan di pelabuhan tikus Seruway. Pelaku membeli teh tersebut dari rekannya berisinial U (35) warga kecamatan Seruway.

"Saat ini barang bukti dan tersangka telah kami serahkan ke pihak Bea Cukai Langsa untuk diproses lebih lanjut," kata Kapten Abdul Majid.(Hen)

Sponsored:
Loading...

Komentar

Loading...