Topik

Trump Akui Pernah Punya Rekening di China, Ditutup Sebelum Nyapres

·
Trump Akui Pernah Punya Rekening di China, Ditutup Sebelum Nyapres
Foto : Istimewa

NASHVILLE - Topik soal China memicu perdebatan sengit antara Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump dan capres AS dari Partai Demokrat, Joe Biden. Biden membahas soal rekening bank yang dimiliki Trump di China, setelah dirinya dituduh menerima dana terkait bisnis dari China.

Seperti dilansir CNN dan USA Today, Jumat (23/10/2020), Biden menghadapi serangan dari Trump soal keuangan pribadinya, yang menurut Trump, didapat dari negara asing, termasuk China. Ditegaskan Biden bahwa dirinya tidak pernah menerima dana asing dari negara mana pun.

"Saya tidak pernah mengambil satu sen pun dari sumber asing mana pun dalam hidup saya," tegas Biden dalam debat capres di Nashville, Tennessee.

"Kita mengetahui bahwa Presiden ini membayar 50 kali lipat pajak di China, memiliki rekening bank rahasia di China, berbisnis di China, dan faktanya, berbicara soal saya mengambil uang? Saya tidak pernah mengambil satu sen pun dari negara manapun," ucap Biden balik menuduh Trump.

Isu soal rekening bank rahasia milik Trump di China itu dilaporkan media terkemuka AS, The New York Times (NYT), pada pekan ini. Disebutkan NYT bahwa Trump memiliki rekening bank di China, Inggris dan Irlandia.

Menanggapi hal itu, Trump terang-terangan mengakui dirinya memang memiliki banyak rekening bank di luar negeri. Secara spesifik, Trump menyebut rekeningnya di China hanya aktif antara tahun 2013 hingga 2015, dan telah ditutup sebelum dia maju menjadi capres AS.

"Tidak seperti dia, di mana dia menjadi Wakil Presiden dan dia berbisnis, saya kemudian memutuskan untuk mencalonkan diri menjadi presiden setelah itu, jadi saya menutupnya (rekening di China-red) bahkan sebelum saya mencalonkan diri menjadi presiden, apalagi sudah menjadi presiden. Perbedaan besar," jawab Trump menjelaskan.

Biden kemudian kembali meminta Trump merilis laporan pajaknya untuk membuktikan hal itu. Diketahui bahwa penutupan rekening di China itu akan terlihat dalam laporan pajak Trump, yang hingga kini belum juga dirilis.

"Anda belum merilis satu tahun pun laporan pengembalian pajak Anda. Apa yang Anda sembunyikan? Mengapa Anda tidak mau (merilis laporan pajak)?" cetus Biden, sembari menyatakan dirinya telah merilis laporan pajaknya selama lebih dari dua dekade terakhir.

"Rilis laporan pengembalian pajak Anda, atau berhenti bicara soal korupsi," tegasnya. (**)

Sumber : Detikcom

Sponsored:
Loading...

Komentar

Loading...