Topik

UMP 2021 Tidak Naik, Ratusan Buruh di Aceh Tamiang Unjuk Rasa ke DPRK

·
UMP 2021 Tidak Naik, Ratusan Buruh di Aceh Tamiang Unjuk Rasa ke DPRK
Ratusan Buruh melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRK Aceh Tamiang yang mengecam Menaker dan Gubernur Aceh yang tidak menaikin UMP tahun 2021. Foto : Hendra.

ACEH TAMIANG - Ratusan buruh yang tergabung dalam 19 aliansi buruh di Kabupaten Aceh Tamiang melakukan aksi unjuk rasa ke gedung DPRK Aceh Tamiang, Senin (9/11/2020).

Dalam aksinya, mereka mengecam sikap Menteri Tenaga Kerja dan Gubernur Aceh yang mengeluarkan Surat Edaran tentang tidak adanya kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) tahun pada tahun 2021 mendatang.

"Sikap Gubernur Aceh Aceh yang tidak menaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) tahun 2021 tidak sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 78 2015 tentang Pengupahan," kata Arifin Siregar, Herry dan Rudiansyah dalam orasinya.

Massa mengingatkan agar dalam setiap mengambil kebijakan, pemerintah lebih memerhatikan nasib rakyat, terlebih di masa krisis pandemi Covid-19. Orasi yang dilakukan menjelang Ashar ini tidak berlangsung lama karena konsentrasi massa terpecah akibat guyuran hujan deras.

Selain mengecam Menaker dan Gubernur Aceh yang tidak menaikan UMP pada tahun 2021, massa juga menyatakan sikap menolak UU Cipta Kerja (Omnibus Law) yang telah disahkan Presiden Jokowi.

Massa yang didominasi pekerja perkebunan ini tetap bersikeras UU Ciptaker lebih mengutamakan kepentingan pemilik modal dibanding nasib pekerja. “Dengan tegas kami menolak Undang-undang Cipta Kerja klaster ketenagakerjaan,” kata Herry.

Foto : Hendra.

Diguyur Hujan Deras

Pantauan Kabar Tamiang di lokasi, di tengah aksi unjuk rasa, ratusan buruh berhamburan akibat hujan yang mengguyur deras. Massa yang awalnya terkonsentrasi di halaman depan kantor dewan, langsung berlarian mencari tempat berteduh.

Sebagian besar dari buruh, menyelamatkan diri dengan berteduh di koridor kantor, sebagian lainnya masuk ke dalam pos satpam dan kantin. “Sebelum berangkat ke mari, di tempat kami pun sudah hujan juga. Kena dua kali hujan jadinya,” kata seorang buruh yang berlindung di kantin DPRK Aceh Tamiang.

Guyuran hujan ini, juga menyebabkan orasi yang disampaikan buruh tidak tersampaikan seutuhnya. Sebagai gantinya, pimpinan DPRK Aceh Tamiang mempersilahkan perwakilan masing-masing aliansi yang berjumlah 19 masuk ke Ruang Sidang Utama untuk berdialog.

Pertemuan ini langsung dimanfaatkan perwakilan buruh untuk menyampaikan keberatannya terkait disahkannya UU Ciptaker oleh Presiden Joko Widodo pada 2 November 2020. []

Sponsored:
Loading...

Komentar

Loading...