Topik

Unicef Akan Kirim 2 Miliar Dosis Vaksin Covid-19 ke Negara Miskin pada 2021

·
Unicef Akan Kirim 2 Miliar Dosis Vaksin Covid-19 ke Negara Miskin pada 2021
Foto : Istimewa

JAKARTA - UNICEF berencana mengirimkan hampir 2 miliar dosis vaksin virus corona ke negara-negara miskin pada 2021. Keputusan ini disampaikan langsung UNICEF pada Minggu (22/11/2020), ketika para pemimpin dunia berjanji memastikan distribusi vaksin virus corona secara merata.

Dilansir Reuters, baru-baru ini, UNICEF kini sedang bekerja sama dengan lebih dari 350 maskapai penerbangan dan perusahaan pengangkutan untuk mengirimkan vaksin ke negara-negara miskin. Di antara negara-negara yang masuk dalam daftar tersebut adalah Burundi, Afghanistan, dan Yaman.

Hal ini sebagai bagian dari COVAX, rencana vaksin Covid-19 global yang dipimpin langsung Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). "Kolaborasi yang tak ternilai ini akan berjalan jauh untuk memastikan bahwa kapasitas transportasi cukup tersedia untuk operasi bersejarah dan raksasa ini," kata Direktur Divisi Pasokan UNICEF, Etleva Kadilli, dalam sebuah pernyataan.

COVAX bertujuan untuk mencegah penimbunan vaksin Covid-19 dan berfokus pada vaksinasi pertama yang paling berisiko di setiap negara. Pada KTT G20 akhir pekan ini, para pemimpin ekonomi terbesar dunia berjanji memastikan distribusi secara adil dari vaksin, obat-obatan, dan tes virus corona, sehingga negara-negara miskin tak ketinggalan.

Menurut data WHO, akses vaksin sudah tidak seimbang sebelum pandemi Covid-19 melanda. Tercatat sekitar 20 juta bayi belum menerima vaksin yang dapat melindungi mereka dari penyakit serius, kematian, dan kecacatan.

"Kami membutuhkan bantuan semua pihak untuk mengirimkan dosis vaksin Covid-19, jarum suntuk, dan lebih banyak peralatan pelindung pribadi untuk melindungi pekerja garis depan di seluruh dunia," jelas Kadilli.

Peran UNICEF dengan COVAX berasal dari statusnya sebagai pembeli vaksin tunggal terbesar di dunia. Dikatakan, pihaknya memperoleh lebih dari 2 miliar dosis vaksin setiap tahun untuk imunisasi rutin dan tanggapan wabah atas nama hampir 100 negara.

Sementara itu, pembuat obat dan pusat penelitian di seluruh dunia masih berlomba untuk mengembangkan vaksin Covid-19 dengan uji coba global besar-besaran terhadap beberapa kandidat serta melibatkan puluhan ribu peserta.

Pfizer dan BioNTech diperkirakan dapat memperoleh izin darurat Amerika Serikat dan Eropa untuk vaksin Covid-19 produksinya bulan depan. Sebelumnya, dalam uji coba terakhir, vaksin Pfizer diklaim menunjukkan tingkat keberhasilan 95 persen dan tidak memiliki efek samping serius.

Selain itu, Moderna Inc minggu lalu juga merilis data awal untuk vaksinnya yang menunjukkan efektivitas 94,5 persen. Kedua vaksin tersebut menggunakan teknologi messenger RNA (mRNA), yakni dengan cara menyuntikkan gen protein virus ke dalam tubuh untuk memicu respons kekebalan.

Hasil yang lebih baik dari perkiraan dari kedua vaksin tersebut telah meningkatkan harapan untuk mengakhiri pandemi yang telah menewaskan lebih dari 1,3 juta orang dan meruntuhkan ekonomi global. (**)

Sumber : Kompas

Sponsored:
Loading...

Komentar

Loading...