Topik

Wabup Aceh Tamiang: Pelaksanaan BTM Harus Diatur Secara Matang

Wabup Aceh Tamiang: Pelaksanaan BTM Harus Diatur Secara Matang
Wabup Aceh Tamiang H.T. Insyafuddin saat memimpin Rakor tentang pelaksanaan proses BTM. Foto : Ist

ACEH TAMIANG - Wakil Bupati Aceh Tamiang, H.T.Insyafuddin, ST menegaskan, dalam menyabut proses belajar tatap muka (BTM) pada Bulan Januari 2021 mendatang pihak sekolah harus mengatur segala sesuatunya dengan matang, tetap memfokuskan penerapan protokol kesehatan dengan ketat dilingkungan sekolah dari semua jenjang pendidikan.

"Kita harus bersama dan bersinergi dalam menjaga anak-anak kita dari bahaya Covid-19, berikan pemahaman kepada masyarakat terutama kepada orang tua murid untuk taati protokol kesehatan sehingga anak dapat sekolah dengan lebih aman dan semangat,” kata Wabup H.T. Insyafuddin ketika memimpin rapat koordinasi persiapan pembelajaran tatap muka tahun ajaran 2020/2021 di ruang rapat Bupati Aceh Tamiang, Selasa (15/12/2020).

Sementara itu, Plt.Kadisdikbud Aceh Tamiang, Abdullah mengatakan, bahwa perlu adanya antisipasi dari semua pihak guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, sesuai dengan Keputusan Bersama 4 Menteri Nomor 737 Tahun 2020 tentang panduan penyelenggaraan pembelajaran pada tahun 2020/2021, maka pemerintah akan mengeluarkan Intruksi Bupati tentang pembelajaran tatap muka ini.

Ia juga mengatakan, dalam penyelenggaraan sekolah tatap muka, Dinas Pendidikan harus mendapatkan surat izin dari orangtua murid yang berisikan tentang pemberian izin atau tidaknya orangtua kepada anaknya mengikuti pembelajaran tatap muka seperti sebelum Covid-19.

“Hal ini dianggap perlu karena dalam pelaporan nantinya jadi lebih terukur, berapa jumlah anak-anak yang mendapatkan izin, berapa yang tidak, anak-anak yang tidak mendapatkan izin dapat melakukan proses BDR melalui aplikasi zoom meeting,” ungkap Abdullah.

Dalam rapat tersebut, Ketua Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Aceh Tamiang, Fahmizar mengatakan, untuk menyambut tahun ajaran baru nanti, semua sekolah sudah mempersiapkan lingkungannya secara protokol kesehatan seperti tempat cuci tangan, masker dan hal yang diperlukan lainnya sudah disediakan oleh setiap sekolah.

“Kita duduk disini menentukan nasib anak bangsa kedepannya, mari sama-sama kita bekerja sama mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, kita bersama TNI, Polri dan Satpol PP untuk memonitor kelapangan,” tegas Fahmizar.

Sedangkan, unsur dari Dinas Kesehatan Aceh Tamiang menyarankan untuk menempatkan satu orang petugas kesehatan dimasing-masing sekolah guna memaksimalkan pengawasan. Kemudian dilanjutkan dengan saran adanya penambahan point Instruksi Bupati untuk jenjang SMA/SMK dan MA.

Saran dan masukan yang disampaikan oleh setiap unsur, memiliki nilai manfaat yang sangat besar bagi kemajuan dunia pendidikan, semua unsur menyambut baik dan tentunya mendukung.

Selanjutnya saran juga disampaikan oleh Kabag Humas selaku Jubir Covid-19, Agusliyana Devita dengan menyarankan agar Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan saling bersinergi dan terbuka apabila suatu hari ada siswa atau orangtua siswa yang terkena Covid-19.

“Saat ini telah mengurangi berita-berita penambahan kasus Covid-19 dan lebih memberitakan informasi yang mengedukasi penanganan dan penyembuhan tujuannya agar masyarakat dapat antisipasi sedini mungkin,” demikian ungkap Kabag Humas Setdakab Aceh Tamiang.

Menanggapi segala saran dan masukan, Plt. Kepala Disdikbud Aceh Tamiang Drs. Abdullah mengatakan, pihaknya menyambut baik saran dan masukan yang diberikan oleh semua unsur dinas terkait untuk kelancaran sekolah tatap muka nantinya.

“Untuk kerumunan yang akan terjadi di sekolah tentunya akan diawasi oleh guru-guru di sekolah, saat ini kita tinggal menunggu izinnya saja, jika kita mau memulai duluan tidak bisa karena ada aturan yang berlaku sehingga kita harus menunggu izin,” tegas Abdullah.

Intinya sekolah-sekolah harus siap dengan protokol kesehatan, Disdikbud nanti akan melakukan evaluasi berkesinambungan setiap bulannya, apabila situasi aman untuk semester pertama maka di semester kedua akan bisa sekolah tatap muka 100 persen. Proses pembelajaran akan berlaku 50:50, maksudnya satu kelas dibagi menjadi 2 ship yakni setengah-setengah dari siswa sekolah selang seling. []

Disdukcapil Aceh Tamiang
Sponsored:
Loading...

Komentar

Loading...